Langsung ke konten utama

Ribuan Huruf

Entah berapa ribu huruf yang ku keluarkan semalam, berbincang dengannya tanpa ada tanda seru yang menghentikan. Segala rangkaian huruf-huruf tersebut membentuk sebuah naskah yang sangat elok. Curahan hati yang lama berdiam akhirnya ia ketahui. Di tengah malam, di bawah separo rembulan berlamur langit hitam kami menikmati kerasnya bangku coklat panjang. Tak terasa bulir mengalir dari kelopak melewati kacamatanya dan menyentuh kedua pipi halusnya. Tak kuasa jemari membendung aliran air mata yang seolah belum ketemu di mana ujungnya.
Ketakutan terus menyelubungi ketika naskah sudah di tangannya.
Tq. Inspirasiku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mentolerir Rindu

Usai lama sudah Bagaimana nyummu punya kabar? Nyungga sedang pi ambil potongan-potongan kenangan Usai lama sudah Rumah tak lagi tersentuh pena Usai lama sudah Nyungga tak lagi mendengar nyummu punya suara Usai lama sudah Air panas tak membelai lidahku Usai lama sudah Pinang Sirih tak meraba bibirku Usai lama sudah 13 Des 2018 To: Kakek Nenek - Tanaraing - Rindi - Sumba Timur - NTT

B A N D U S A

Untukmu Bandusa Rambut gondrongmu sudah pendek Begitupun warnanya, pun sudah hitam  Gincumu sudah tak nampak, entah kemana  Begitupun eye shadow dan blas on Bebatuan emas juga tak bergelantungan di tubuhmu Kamu juga sudah mulai bisa berbaris, meski tidak rapi Sepatu pun sudah tak lagi tersimpan bersama ternakmu Lingkaran perjudianmu juga sudah tak lagi menyapa Kau ganti dengan permainan tradisional penuh tawa Meski, seragammu tak layak, tetapi semangat kakimu meninggalkan waktu tanam dan ngarit perlu diacungi jempol Teruslah datang setiap hari ke sekolah, Nak! Penuhi tawamu, penuhi bahasamu Bukan materi bertema-tema yang ingin kujejalkan, tetapi mari bersama belajar beretika yang kurang kau dapatkan