Langsung ke konten utama

Pendidikan Luar Kelas (SD Kelas II)

Apa saja kegiatanmu sehari-hari?
Berangkat ke sekolah, berkunjung ke rumah teman, pergi ke warung, dan lain-lain.
Agar perjalananmu selamat sampai tujuan, kamu haruslah hati-hati.
Misalnya saja dengan berjalan kaki di sebelah kiri.



Menaiki sepeda atau kendaraan jangan terlalu tengah.
Apabila kamu bersepeda terlalu tengah akan mengganggu pengendara yang lain, ini bisa menyebabkan tabrakan.
Karena itu, apabila bepergian berhati-hatilah dan perhatikan keselamatanmu,sehingga tidak terjadi kecelakaan.

Saat kamu berangkat ke sekolah kamu harus berjalan di sebelah kiri jalan.
Kamu juga harus menyeberang pada zebra cross atau jembatan penyeberangan.


Semua aturan itu membiasakan kamu untuk belajar berdisiplin. Kebiasaan disiplin akan membuatmu lebih tertib.

Pendidikan Luar Kelas merupakan salah satu bagian dari tujuh ruang lingkup Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk mengenal lingkungan sekitar sekolah sangatlah penting bagi anak-anak. Termasuk mengenal rambu-rambu lalu lintas, ataupun rambu-rambu yang sering dijumpai di kampung atau pedesaan.

Rambu-rambu yang menganjurkan anak-anak untuk menjaga kebersihan, berdisiplin, atau sebagainya, juga perlu dikenalkan langsung oleh siswa-siswa. Seperti pada denah perjalanan di bawah ini yang sengaja dibuat saat pembelajaran Penjasorkes kelas II Sekolah Dasar. Materi mengenal lingkungan sekolah, mengenal rambu-rambu lalu lintas.


·     Selama perjalanan siswa harus memunguti sampah yang berserakan di jalan kemudian dibuang di tempat sampah yang mereka temui selama perjalanan, jika selama perjalanan tidak menemukan tempat sampah, maka sampah tersebut dibawa hingga ke sekolah. Tiap kelompok dibekali kantong kresek besar.

·  Tugas I: Kelompok mencatat rambu-rambu yang dijumpai selama perjalanan dan mencatat minimal 10 jenis tumbuhan yang buahnya bisa dimakan.

·     Tugas II: Kelompok harus menjelaskan arti dari rambu tersebut.

·    Tugas III: Setelah menyelesaikan rute perjalanan, kelompok harus membacakan hasil pekerjaan kelompok yang diwakili oleh salah satu anggota kelompok. Setiap kelompok memiliki waktu 3 menit.

Dengan melaksanakan perjalanan tersebut, siswa mampu menunjukkan beberapa karakter yang sangat penting dalam perkembangan anak-anak, seperti kedisiplinan, kerjasama, percaya diri, kejujuran. Dan juga anak-anak semakin paham tentang rambu-rambu yang mereka jumpai di jalan maupun di kampund mereka, serta bisa menyadari akan kebersihan lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Anakku (Rita Hala Wulang)

Senin, 3 September 2012 Senyumanmu Kami Ubah dengan Tangisan Pagi itu matahari bersinar sangat cerah. Upacara bendera rutinpun berjalan lancar dan tertib. Apalagi pemandangan yang sangat harmonis ditunjukkan oleh para guru kami. Setelah lama saya tidak bisa menjumpai para guru lengkap untuk mengikuti upacara bendera hari senin. Mereka membuat saya semakin bersemangat untuk belajar, bersemangat untuk melangkah menuju ke sekolah tercinta. Saya merasakan pagi itu sedikit berbeda dengan pagi sebelumnya. Semangat mentari telah memberikan semangat baru bagi kami semua. Di jam pertama setelah selesainya upacara bendera, kami harus bersiap untuk menerima pelajaran Matematika dari Bu Ellys. Tapi sebelumnya Bu Lidia selaku wali kelas kami harus masuk kelas terlebih dahulu untuk mengecek kehadiran kami. Setelah itu jam sudah menunjukkan pukul 08.10 Wita, waktu bagi Bu Ellys untuk segera masuk ke kelas kami. Setelah melihat Bu Lidia selesai melaksanakan tugasnya, dengan cepat Bu El...

Kalian

Hanya udara segarmu yang akan mengantarku, Hanya terik mataharimu yang akan membekas, Hanya bait-bait puisimu yang mengindahkanku, Dan…. Hanya senyumanmu itu yang membalut kenanganku.

Pengabdian Wanita Bima bag. II

Marjan Tetap Ada untuk Kita Memahami alur kehidupan merupakan suatu hal yang terkadang menyulitkan bagi semua orang. Lika-liku yang harus ditempuh menuntut kita untuk selalu siap bertarung menghadapi tantangan. Kenyataan yang mampu memilukan raga harus kita terima dengan lapang dada. Drama kehidupan terkadang membuat kobaran api semangat semakin membara, terkadang juga membuat cucuran air mata membasahi telaga kasih. Ketabahan dan keikhlasan harus selalu ditumbuhkan menghadapi drama seperti itu. Marjan, ia mampu menunjukkan bahwa dirinya memiliki semua itu. Salah satu guru muda SMP Negeri 1 Rindi yang nasibnya terombang-ambing oleh PNPM, sempat mempunyai keinginan untuk keluar dari SMP Negeri 1 Rindi dan mencoba menaruhkan nasib ke Sumba Tengah atau Sumba Barat sebelum ia kembali ke kampung halaman Bima, ternyata dia masih ada dengan kami. Senin, 16 Juli 2012. Ketika seluruh guru sibuk dengan kegiatan MOS, saya dikejutkan dengan kedatangan sosok wanita muda berjilbab. “Bu M...