Langsung ke konten utama

Ribuan Huruf

Entah berapa ribu huruf yang ku keluarkan semalam, berbincang dengannya tanpa ada tanda seru yang menghentikan. Segala rangkaian huruf-huruf tersebut membentuk sebuah naskah yang sangat elok. Curahan hati yang lama berdiam akhirnya ia ketahui. Di tengah malam, di bawah separo rembulan berlamur langit hitam kami menikmati kerasnya bangku coklat panjang. Tak terasa bulir mengalir dari kelopak melewati kacamatanya dan menyentuh kedua pipi halusnya. Tak kuasa jemari membendung aliran air mata yang seolah belum ketemu di mana ujungnya.
Ketakutan terus menyelubungi ketika naskah sudah di tangannya.
Tq. Inspirasiku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalian

Hanya udara segarmu yang akan mengantarku, Hanya terik mataharimu yang akan membekas, Hanya bait-bait puisimu yang mengindahkanku, Dan…. Hanya senyumanmu itu yang membalut kenanganku.

Aku Ingin Selalu Mengenangmu

Tiada secerah hariku di Sumba Tiada sebahagia hatiku di Sumba Semua sungguh mempesona Semua penuh dengan cinta Lagi dikerjain para Ibu Guru Rindi 1 Suasana kebahagiaan dengan anak-anak luar biasa, meski ini kali terakhir bersenang-senang bersama Duo 8-18 mengisi lini tengah CANDI FC Atlit-atlitku yang berjuang dalam O2SN SUMBA TIMUR 2012 Sepasang tanganku membuat Yani menjerit...hehehe Keindahan Panen Raya Tanaraing Rindi Berjalan menuju keajaiban bersama "Laskar Pelangi" Mereka selalu membangunkanku Persahabatan penuh kasih sayang Saat pertama kali kami bisa keluar bersama Jalan pagi keliling Blok Tanaraing Awal langkah kaki kami menuju anak-anak bangsa Senyuman yang selalu mengingatkanku Kebersamaan menuju kekeluargaan Mereka sebenarnya mampu ????? Inilah pantai terindah di Sumba Timur Hanya tersisa kami saat libur akhir tahun Akhirnya kami mendapat julukan "Ipin Upin" ...

Puisi Sederhana "Kalian"

Lewat puisi-puisi sederhana "Kalian", kenangan yang kalian ukir di hatiku memaksa diriku terpejam dan terdiam membayangkan wajah-wajah lugu "Kalian" Terima kasih. . . . anak-anakku yang sangat luar biasa. Dari: Adriana Tamo Ama Semangatmu berkobar bagaikan api Tak peduli teriknya mentari Engkau tak pernah merasa jenuh Dalam keadaan yang begitu pahit Tak ada yang dapat ku berikan Sebagai ucapan terima kasih Bukan sehelai baju yang engkau pakai Bukan setangkai bunga yang dapat engkau timang Yang aku punya hanyalah sebaik puisi Yang dapat engkau bawa dan egkau kenang Yang ku punya hanyalah do’a untukmu Semoga tuhan menyertaimu Dari: Ngguna Emu Jadilah kau bunga Selalu ingin mengembang Selalu mekar sepanjang musim Tak peduli musim basah atau kemarau Jadilah kau bunga Yang tumbuh pada setiap hati Yang tegar dalam belukar Tumbuhlah Berkembanglah Di manapun engkau ditaburkan