Langsung ke konten utama

Jangan Tinggalkan Surabaya Utara

Berkeliling menyapa jalan demi jalan kota Surabaya. Berbisik dalam hati kekaguman akan buah pikir ibu Risma. Berebut tempat dedaunan untuk menjadi payung para pengguna jalan. Berlalu lalang di Surabaya tak lagi membosankan.
Aspal panas menguap memeluk tubuhku hingga batik yang kukenakan basah oleh luberan keringat. Pucuk-pucuk rambut hitam tak sempurna ini, tak jarang menetaskan air kelelahan.
Bangunan kokoh karya para menir Belanda menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan orang Surabaya. Tembok kokoh, lingkar jendela khas dan tudung gedung merupakan identitas tersendiri, meski sekarang sudah terhiasi logo-logo besar perusahan swasta maupun kantor pemerintahan.
Kejayaan pembangunan Surabaya saat ini menjadi icon bagi Jawa Timur, "Ibu kota propinsiku benar-benar membanggakan".
Akan tetapi, gumamku itu terbantahkan ketika aku menyusuri wilayah Surabaya Utara. Sunan Ampel dan Tanjung Perak menjadi ciri abadi daerah itu. Kanan kiri penuh tumpukan sampah botol ketika jalan menuju stasiun kota ku sambangi. Tak jauh setelah itu, bangunan kumuh, begitupun rumah, toko dan sarana yang lain membuatku ingin mencabut kenikmatan berada di Surabaya.
Ternyata, Surabaya masih memiliki kawasan kumuh tak sedap dipandang mata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalian

Hanya udara segarmu yang akan mengantarku, Hanya terik mataharimu yang akan membekas, Hanya bait-bait puisimu yang mengindahkanku, Dan…. Hanya senyumanmu itu yang membalut kenanganku.

Aku Ingin Selalu Mengenangmu

Tiada secerah hariku di Sumba Tiada sebahagia hatiku di Sumba Semua sungguh mempesona Semua penuh dengan cinta Lagi dikerjain para Ibu Guru Rindi 1 Suasana kebahagiaan dengan anak-anak luar biasa, meski ini kali terakhir bersenang-senang bersama Duo 8-18 mengisi lini tengah CANDI FC Atlit-atlitku yang berjuang dalam O2SN SUMBA TIMUR 2012 Sepasang tanganku membuat Yani menjerit...hehehe Keindahan Panen Raya Tanaraing Rindi Berjalan menuju keajaiban bersama "Laskar Pelangi" Mereka selalu membangunkanku Persahabatan penuh kasih sayang Saat pertama kali kami bisa keluar bersama Jalan pagi keliling Blok Tanaraing Awal langkah kaki kami menuju anak-anak bangsa Senyuman yang selalu mengingatkanku Kebersamaan menuju kekeluargaan Mereka sebenarnya mampu ????? Inilah pantai terindah di Sumba Timur Hanya tersisa kami saat libur akhir tahun Akhirnya kami mendapat julukan "Ipin Upin" ...

Puisi Sederhana "Kalian"

Lewat puisi-puisi sederhana "Kalian", kenangan yang kalian ukir di hatiku memaksa diriku terpejam dan terdiam membayangkan wajah-wajah lugu "Kalian" Terima kasih. . . . anak-anakku yang sangat luar biasa. Dari: Adriana Tamo Ama Semangatmu berkobar bagaikan api Tak peduli teriknya mentari Engkau tak pernah merasa jenuh Dalam keadaan yang begitu pahit Tak ada yang dapat ku berikan Sebagai ucapan terima kasih Bukan sehelai baju yang engkau pakai Bukan setangkai bunga yang dapat engkau timang Yang aku punya hanyalah sebaik puisi Yang dapat engkau bawa dan egkau kenang Yang ku punya hanyalah do’a untukmu Semoga tuhan menyertaimu Dari: Ngguna Emu Jadilah kau bunga Selalu ingin mengembang Selalu mekar sepanjang musim Tak peduli musim basah atau kemarau Jadilah kau bunga Yang tumbuh pada setiap hati Yang tegar dalam belukar Tumbuhlah Berkembanglah Di manapun engkau ditaburkan